Showing posts with label Sunnah. Show all posts
Showing posts with label Sunnah. Show all posts

Wednesday, 20 May 2015

Doa dan wirid sesudah sholat


gal497836624
Doa dan wirid sesudah sholat
Rasulullah menganjurkan agar kita banyak berdzikir dan berdoa setiap selesai mengerjakan shalat hal ini juga diperkuat dengan firman Alah dalam surat An Nisa ayat 103;
 “Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring “ .
 Sedikit sekali umat Islam yang melaksanakan kegiatan wirid dengan berdzikir dan berdoa sesudah shalat ini. Kesibukan dunia membuat mereka lalai dari berdzikir dan berdoa. Bahkan ada yang beranggapan kegiatan itu hanya membuang waktu percuma saja.  Mereka beranggapan dengan mengerjakan shalat lima waktu saja sudah cukup sebagai pelaksanaan ibadah pada Allah.  
 Mereka yang mengharapkan ridha Allah dan mengharapkan perjumpaan dengan Nya kelak merasa tidak cukup hanya dengan shalat lima waktu saja. Selesai shalat mereka selalu membaca wirid dan mengerjakan shalat sunah dan amalan lainnya yang dapat mendekatkan diri mereka pada Allah.
Wirid adalah bacaan yang terdiri atas dzikir, doa, dan amalan-amalan lainnya yang dikutip dari ayat-ayat Al Qur’ an dan Hadis, yang dibiasakan membacanya (mengamalkannya). Wirid biasanya dibaca pada setiap selesai shalat, baik shalat wajib ataupun sholat sunah. Adapun rumusan (susunan) wirid, yang diamalkan umat Islam, sangat beragam. Hal ini tidak menjadi masalah. Karena pada dasarnya sebagian besar isi bacaan wirid tersebut adalah sama.
 Salah satu acuan  wirid  yang banyak dilakukan orang antara lain  sebagai berikut ini:
a. Membaca Istighiar 3 kali:

istighfar

ASTAGHFIRULLAAHAL ‘AZHIIM ALLADZIILAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QAYYUUM W A ATUUBU ILAIH (3 kali).

Artinya;

“Aku memohon ampun kepada Allah, Yang Maha Agung, yang tidak ada Tuhan kecuali Dia, Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), dan aku bertaubat kepada-Nya.”

b. Membaca:

tahlil 1
 LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHUU LAA SYARDKA LAH, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU YUHYH WA YUMIITU WA HUWA’ ALAA KULLI SYAI’IN QADHR. (10 X).
 Artinya:
 ” Tidak ada Tuhan kecuali Allah sendiri, tak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya-lah kerajaan, dan bagi-Nya-lah segala pujian. Ia menghidupkan dan mematikan, dan Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

c. Membaca:

berlindung dari neraka
 ALLAAHUMMA AJIRNII MINANNAAR (3 kali).
 Artinya:
 “Wahai Allah! Lindungilah aku dari api neraka”

d. Membaca:

doa selesai shalat

ALLAAHUMMA ANTAS SALAAM, WA MIN KAS SALAAM, WA ILAIKA YA ‘UUDUS SALAAM, FAHAYYINAA RABBANAA BIS SALAAM, WA ADKHILNAL JANNATA DAARAS SALAAM, TABAARAKTA RABBANAA WA TA’AALAITA YAA DZAL IALAALIWALIKRAAM.
 Artinya:
“Wahai Allah! Engkaulah (pemilik) kedamaian, dari Engkaulah kedamaian, dan kepada Engkaulah kembalinya kedamaian. Oleh karena itu hidupkanlah kami, wahai Tuhan kami, dengan penuh kedamaian. Masukkanlah kami ke dalam surga, tempat kedamaian. Engkau, ya Tuhan kami, Maha Suci dan Maha Tinggi, wahai Zat Yang Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan!”

e. Membaca:

doa selesai salah 2

ALLAAHUMMA LAA M A ANI’ A LIMA A A’THAITA, WALAA MU’THIYA LIMA A MANA’TA. WALAA RAADDA LI MAA OADHAITA WALAA YANFA’U DZALJADDI MINKAL JADDU.
Artinya:
“Wahai Allah! Tak ada yang dapat mencegah terhadap apa yang telah Kau berikan. Tak ada yang dapat memberikan terhadap apa yang telah Kau cegah. Tak ada yang dapat menolak terhadap apa yang telah Kau tetapkan. Dan kemuliaan seseorang tak berguna baginya, hanya dari Engkaulah kemuliaan itu.”
 f. Membaca isti’adzah dan surat Al-Fatihah
 g. Membaca surat Al-Ikhlash
 h. Membaca surat Al-Falaq
 i. Membaca surat An-Naas
 j. Membaca:

albaqarah 163

WA ILAAHUKUM ILAAHUW WAAHIDUL LAA ILAAHA ILLAA HUWAR RAHMAANURRAHIIM.
Artinya:
“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa, tak ada Tuhan kecuai Dia, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” ( Al Baqarah 163)

k. Membaca ayat kursi :

 albaqarah 255

ALLAAHU LAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QAY-YUUM. LAA T A’ KHUBZUHUU SINATUW WALAA NAUM. LAHUU MAA FISSAMAAWAATIWAMAA FIL ARDH. MAN DZAL LADZII YASYFA’U ‘INDAHUU ILLAA BI IDZNIH. YA’LAMU MAA BAINA AYDIIHIM WAMAA KHALFA HUM. WALAA YUHIITHUUNA BISYAI’IN MIN ‘ILMIHII ILLAA BIMAA S YA A’ WASI’A KURSIYYUHUS SAMAA-WAATI WAL ARDHA WALAA YA’UUDUHUU HIFZHU-HUMAA WA HUWAL ‘ALIYYUL ‘AZHIIM.
 Artinya:
“Allah, tiada Tuhan kecuali Dia, Yang Hidup kekal dan terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Ia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya-lah apa yang ada di langit dan di bumi. Tak ada yang dapat memberi syafaat (pertolongan) di sisi Allah tanpa izin-Nya. Ia mengetahui apa saja yang ada di depan dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah selain yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”. (Al Baqarah 255)

Dilanjutkan dengan:

albaqarah 285

AAMANAR RASUULU BIMAA ‘UNZILA ‘ILAIHI MIR RABBIHIWAL MU’MINUUNA KULLUN AAMANA BILLAA-HI WA M ALA A’ IKATIHII WA KUTUBIHII WA RUSULIHII LAA NUFARRIQU BAINA AHADIM MIR RUSULIHII WA QAALUU SAMI’NAA WA ‘ATHA’NAA GHUFRAANAKA RABBANAA WA ‘ILAIKAL MASHIIRU.
 Artinya:
 “Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan) : “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan : “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa) : “Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan hanya kepada Engkau-lah tempat kembali.” (Al Baqarah 285)

Dilanjutkan dengan:

albaqarah 286

LAA YUKALLIFULLAAHU NAFSAN ILLAA WUS’AHAA. LAHAA MAA KASABAT WA ‘ALAIHAA MAKTASABAT. RABBANAA LAA TU’ A AKHIDZN A A IN NASIINAA AU ‘AKHTHA’NAA. RABBANAA WA LAA TAHMIL ‘ALAINAA ‘ISHRAN KAMAA HAMALTAHUU ‘ALAL LADZIINA MIN QABLINAA. RABBANAA WA LAA TU H A M MIL N A A MAA LAA THAAQATA LANAA BIHII WA’FU ‘ANNAA WAGHFIR LANAA WARHAMNAA ANTA MAULAANAA FANSHUR-NAA ‘ALAL QAUMIL KAAFIRIINA.
 Artinya:
 “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang dilakukannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa) : “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tak sanggup memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami, Engkau Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (Al Baqarah 286)

Dilanjutkan dengan:
 ali imran 18

SYAHIDALLAAHU ANNAHUU LAAILAAHAILLAA HUWA WAL MALAA’IKATU WA ULUL ‘ILMI QAA’IMAM BIL QISTHI LAA ILAAHA ILLAA HUWAL ‘AZIIZUL HAKIIM. INNAD DIINA INDALLAAHIL ISLAAM.
Artinya:
 “Allah menyatakan bahwa tak ada Tuhan kecuali Dia. Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan kecuali Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (Ali Imran 18)

Dilanjutkan dengan:

ali imran 26

QULILLAAHUMMA MAALIKAL MULKI, TU’TIL MULKA MAN TASYAA’U WATANZI’UL MULKA MIM MAN TASYAA’U. WATU’IZZU MAN TASYAA’U WATUDZILLU MAN TASYAA’U. BIYADIKAL KHAIRU, INNAKA ‘AL A A KULLI SYAI’IN QADIIR.
Artinya:
“Katakanlah: Wahai Tuhan Yang Mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkaumuliakan orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Ali Imran 26)

Dilanjutkan dengan:

ali imran 27

TUULIJUL LAILA FINNAHAARIWA TUULIJUN NAHAARA FILLAILL W ATU KHRIJUL HA YY A MINALMAYYITI, WA TUKHRIJUL MAYYITA MIN AL HAYYI. WA TARZUQU MAN TASYAA’U BIGHAIRIHISAAB,
 Artinya:
 “Engkau masukkan malam ke dalam siang, dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa saja yang Engkau Kehendaki tanpa hisab.” (Ali Imran 27)
 l. Membaca :

tasbih

SUBHAANALLAAH33X

(Maha Suci Allah)

tahmid

ALHAMDU LILLAAH33X

(Segala puji bagi Allah)

takbir

ALLAAHU AKBAR 33X

(Allah Maha Besar)

takbir 2

ALLAAHU AKBARU KABIRAW WALHAMDU LILLAAHI KATSIRAW WA SUBHAANALLAAHI BUKRATAW WA ASHIILAA LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIIKA LAH ILAAHA W WAAHIDAW WARABBAN SYAAHIDAW WANAHNU LAHU MUSLiMUUN.
 Artinya:
“Allah Maha Besar, Maha Sempurna Kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah, pujian yang sebanyak-banyaknya. Dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan petang. Tak ada Tuhan kecuali Allah sendiri, tak ada sekutu bagi-Nya, Tuhan Yang Esa, dan Tuhan Yang Maha Menyaksikan, dan kepada-Nya kami berserah diri.”

m. Membaca:

istighfar 2

ASTAGHFIRULLAAHAL ‘AZHIIM 3X

 pembuka tahlil

AFDHALUDZ DZIKRI FA’L AM ANNAHUU
pembuka tahlil 2 

LAA ILAAHA ILLALLAAH 3X

nb : Ketahuilah bahwa d zikir yang paling utama adalah kalimat

‘LAA ILAAHA ILLALLAAH’ (Tak ada Tuhan kecuali Allah).”

tahlil 100 x

LAA ILAAHA ILLALLAAH 100X

n. Membaca:

tahlil sahadat

LAA ILAAHA ILLALLAAHU MUHAMMADUR RASUU-LULLAAH, SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WASALLAMA.
Artinya:
 “Tak ada Tuhan kecuali Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Semoga Allah memberi rahmat dan kesejahteraan kepadanya”.

Setelah selesai wirid, dilanjutkan dengan membaca doa lainya.
Bacaan wirid diatas bisa dikembangkan dengan menambahkan ayat Qur’an serta dzikir dan doa yang pernah diajarkan Rasulullah seperti tasbih, tahlil , tahmid dan lain sebagainya.
 Insya Allah dengan membiasakan mengerjakan amalan sunah  wirid,  dzikir dan doa seperti tersebut diatas hidup jadi mudah dan selalu mendapat pertolongan dan lindungan dariNya. Allah menjelaskan ini dalam salah satu hadist Qudsi yang diriwayatkan oleh Bukhari:
“Barang siapa yang memusuhi kekasihKu, Aku telah mengumumkan perang padanya. Tidak ada cara bertaqarub  (mendekatkan diri) seorang hamba padaKu yang lebih Kusukai melainkan melaksanakan kewajiban kewajiban yang telah Ku fardlukan kepadanya. Namu n senantiasa hamba-Ku itu berusaha mendekatkan diri kepada-Ku dengan melakukan hal hal yang sunah, sehingga Akupun mencintai (mengasihinya)  Apabila Aku telah mencintainya, Aku menjadikan pendengaranya yang dengannya ia mendengar, penglihatannya yang dengannya ia melihat, tangannya yang dengannya ia memukul, dan kakinya yang dengannya ia berjalan. Jika ia memohon padaKu sungguh akan Ku kurniai dirinya dan jika ia mohon perlindunganKu, Aku akan melindunginya. Dan tak pernah Aku ragu pada sesuatu disaat Aku akan melakukannya, seperti raguKu untuk mengambil jiwa orang mukmin yang enggan mati, sedang Aku tak suka mengganggunya”
 Wirid yang dilakukan secara rutin seperti tersebut diatas juga bisa membentengi diri dari gangguan jin, sihir , tenung, santet dan kejahatan dari orang yang dengki. Bagi mereka yang pernah terkena gangguan jin dan sihir setelah sembuh ada baiknya melakukan wirid seperti tersebut diatas untuk membentengi diri dari kemungkinan kembalinya kekuatan sihir itu .
Untuk membentengi diri dari kejahatan sihir bacaan diatas bisa ditambahkan dengan surat al hasyr 21-24, albaqarah 102, Yunus 81-82, al anfal 9-10. dan ayat lainnya lagi. 

sumber : http://www.fadhilza.com/2013/11/tadabbur/4301.html
[Continue Reading]

Monday, 18 May 2015

Pengertian hamdallah

http://aminsyekher.blogspot.com/

Pengertian hamdallah atau puji, bisa dilihat dari 2 sudut pandang yaitu dari segi lughowi dan dari segi istilah. Arti hamdallah menurut lughowi adalah ungkapan rasa terima kasih atau syukur melalui ucapan atas karunia yang diberikan disertai dengan rasa hormat, baik nikmat ataupun kategori selain nikmat. Sedangkan menurut istilah, puji adalah pekerjaan yang memperlihatkan rasa agungnya Yang Memberi Kenikmatan, baik melalui ucapan, hati ataupun perbuatan.

Sama halnya dengan basmallah, para penulis kitab, meletakan hamdallah selalu setelah basmallah. Hal ini berdasarkan alasan yang hampir sama dengan alasan diawalinya sebuah kitab dengan basmallah, yakni mengikuti Al Quran yang agung serta mengamalkan hadits Rasul yang menyatakan bahwa setiap pekerjaan yang bagus namun tidak diawali dengan hamdallah, maka pekerjaan itu kurang berkah.

Kalau sahabat membaca postingan kemarin tentang harus diawalinya sebuah tulisan dengan basmallah, maka sepertinya ada 2 keterangan yang memerintahkan hal yang sama. Pada bab basmallah, kita harus mengawali tulisan dengan basmallah. Sekarang pada bab hamdallah, juga harus diawali dengan hamdallah. Ya...gak usah panik dan bingung, kedua keterangan tersebut memang benar adanya.

Para ulama membagi istilah permulaan/pembukaan/iftitah dengan 2 macam iftitah/permulaan, yaitu iftitah haqiqi dan iftitah idlofi. Dalam hal ini basmallah termasuk dalam kategori iftitah haqiqi sedangkan hamdallah termasuk dalam jenis iftitah idlofi. Sesuai dengan namanya, iftitah idlofi adalah “pembukaan yang disandarkan”, jadi jelas bahwa hamdallah yang termasuk kategori iftitah idlofi karena penempatannya disandarkan setelah basmallah. Kiranya untuk masalah ini tidak perlu diperdebatkan lagi, karena bukan hal yang sangat penting untuk dijadikan tema perdebatan, yang penting dalam prakteknya adalah segala sesuatu pekerjaan yang baik mestinya diawali dengan basmallah dan hamdallah.

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa menulis hamdallah bukan hanya ketika akan menulis sebuah kitab saja, melainkan bagi siapa pun yang akan mempelajari sebuah kitab/mengkaji kitab, baik itu kitab hadits, fiqih dan lain sebagainya, hendaklah diawali juga dengan hamdallah disamping basmallah.
Tentang lafadz hamdallah, ada 3 versi yang Saya temukan dalam mengucapkannya, yaitu :

الحمد لله رب العالمين




Alhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin



الحمد لله حمدا يوافي نعمه ويكافي مزيده




Alhamdu lillaahi hamday yuwaafii ni'amahuu wayukaafii maziidah



الحمد لله بجميع محامده كلها ما علمت منها وما لم اعلم




Alhamdu lillaahi bijamii'i mahaamidihii kulliha maa 'allimtu minhaa wamaa lam a'lam



Kita bebas memilih mengucapkan redaksi yang mana saja.
[Continue Reading]

Wednesday, 13 May 2015

Sholat sunnah rawatib

Shalat Sunah Rawatib merupakan shalat sunah yang dikerjakan sebelum atau sesudah shalat fardlu. Jika dikerjakan sebelum sholat fardlu maka disebut shalat sunah qobliyah, sedangkan jika dikerjakan setelah shalat fardlu maka disebut dengan shalat sunah ba’diyah. Menurut Hadis Riwayat Muslim Nomor 728, Sabda rasulullah SAW mengenai sholat sunah rawatib ini sebagai berikut : dari Ummu Babibah isteri nabi Muhammad shallallahu alaihi wasalah, beliau berkata : Aku mendegar Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda :
“Tidaklah seorang muslim mendirikan shalat sunah ikhlas karena ALlah sebanyak dua belas rakaat selain shalat fardhu, melainkan Allah akan membangunkan baginya rumah di Surga” 
      Shalat sunah rawatib ada beberapa macam, di bawah ini akan kami sebutkan macam-macam sholat sunah rawatib lengkap dengan arti niatnya. : 
1. Shalat sunah dua rakaat sebelum shalat shalat subuh (qobliyah) Niat shalat qobliyah subuh : 
أصل سنة الصبح ركعتين قبلية لله تعالى
Ushalli sunnatash subhi rak’ataini qabliyyatan lillahi Ta’aalaa
 Artinya : Aku shalat sunnah sebelum subuh dua rakaat karena Allah
2. Shalat sunah dua rakaah sebelum shalat shalat dhuhur (qobliyah) Niat shalat qobliyah dhuhur : 
أصل سنة الظهر ركعتين قبلية لله تعالى
ushalli sunnata dzhuri rak’ataini qabliyyatan lillahi ta’aalaa 
Artinya : Aku niat shalat sunnah sebelum dzuhur dua rakataa karena Allah. 
 3. Shalat sunah dua atau empat rakaat setelah shalat dhuhur (ba’diyah) Niat shalat dhuhur ba’diyah untuk dua rakaat : 
أصل سنة الظهر ركعتين بعدية لله تعالى
ushalli sunnata dzuhri rak’ataini ba’diyyatal lillaahi ta’aala 
aku niat shalat sunnah sesudah dzuhur dua rakaat karena Allah Niat shalat dhuhur ba’diyah untuk empat rakaat : 
أصل سنة الظهر أربع ركعات بعدية لله تعالى
ushalli sunnata dzuhri arba’a roka’atin ba’diyyatal lillaahi ta’aala 
artinya aku niat shalat sunnah sesudah dzuhur empat rakaat karena Allah 
4. Shalat sunah dua atau empat rakaat sebelum shalat ashar (qobliyah) Niat shalat ashar qobliyah untuk dua rakaat :
أصل سنة العصر ركعتين قبلية لله تعالى
 ushalli sunnatal ‘ashri rak’ataini qabliyyatan lillahi ta’aalaa 
artinya :aku niat shalat sunnah sebelum ashar dua rakaat karena Allah Niat shalat ashar qobliyah untuk yang empat rakaat : 
أصل سنة العصر أربع ركعات قبلية لله تعالى
ushalli sunnatal ‘ashri arba’a roka’atin qabliyyatan lillaahi ta’aala 
artinya :aku niat shalat sunnah sebelum ashar empat rakaat karena Allah 
5. Shalat sunah dua rakaat setelah shalat magrib (ba’diyah) Niat shalat magrib ba’diyah : 
أصل سنة المغرب ركعتين بعدية لله تعالى
Ushalli sunnatal maghribi rak’ataini ba’diyyatal lillahi ta’aalaa
 artinya : Aku niat shalat sunnah sesudah magrib dua raka’at karena Allah 
6. Shalat sunah dua rakaat sebelum shalat isya’ (Qobliyah) Niat shalat isyah qobliyah : 
أصل سنة العشاء ركعتين قبلية لله تعالى
ushalli sunnatal ‘isyaa’i rak’ataini qobliyyah lillahi ta’aalaa 
artinya : aku niat shalat sunah sebelum isya’ dua rakaat karena Allah 
 7. Shalat sunah dua rakaat setelah shalat isya’ (ba’diyah) Niat shalat isya’ ba’diyah :
أصل سنة العشاء ركعتين بعدية لله تعالى
 Ushalli sunnatal ‘isyaa’i rak’ataini ba’diyyah lillahi ta’aalaa
 artinya : aku niat shalat sunah sesudah isyah dua rakaat karena Allah
[Continue Reading]

Saturday, 11 April 2015

niat niat puasa sunnah

1.Niat Puasa Senin Kamis
"NAWAITU SAUMA YAUMUL ISNAIN SUNNATAN LILLAHI TA'ALA"
"Saya niat puasa hari Senin, Sunnah karena Allah ta'ala"
"NAWAITU SAUMA YAUMUL KHOMIS SUNNATAN LILLAHI TA'ALA"
"Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta'ala"
2.Niat Puasa Daud
"NAWAITU SAUMA DAWUD SUNNATAN LILLAHI TA'ALA"
"Saya niat puasa Daud, sunnah karena Allah ta'ala"
3.Niat Puasa Hari-hari Putih.
"NAWAITU SAUMA AYYAMI BIDH SUNNATAN LILLAHI TA'ALA"
"Saya niat puasa pada hari-hari putih, sunnah karena Allah ta'ala"
4.Niat Puasa Bulan Muharram (Puasa 'Asyura)
"Saya niat puasa hari 'Asyura sunnah karena Allah ta'ala"
5.Niat Puasa Bulan Rajab
"NAWAITU SAUMA SYAHRI RAJAB LILLAHI TA'ALA"
"Saya niat puasa bulan Rajab sunnah karena Allah ta'ala"
6.Niat Puasa Sya'ban
"Saya niat puasa bulan sya'ban ,sunnah karena Allah ta'ala."
7.Niat Puasa Syawal
"NAWAITU SAUMA SYAHRI SYAWWAL SUNNATAN LILLAHI TA'ALAH."
"Saya niat puasa bulan Syawwal, sunnah karena Allah ta'ala."
8.Niat Puasa Bulan Dzulhijjah (Puasa Tarwiyah & 'Arafah)
"NAWAITU SAUMA TARWIYAH SUNNATAN LILLAHI TA'ALA"
"Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta'ala"
"NAWAITU SAUMA ARAFAH SUNNATAN LILLAHI TA'ALAH"
"Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah ta'ala"

niat niat puasa sunnah
[Continue Reading]

Saturday, 21 March 2015

Bacaan Dzikir Setelah Sholat

    Seorang muslim yang baik, tentunya tak akan meninggalkan bacaan dzikir yang dianjurkan dibaca setelah melaksanakan shalat wajib. Tidak bagus rasanya kalau setelah melaksanakan salam dari shalat, langsung berdiri dan langsung meninggalkan tempat shalat tanpa basa-basi dulu. Mungkin kalau diumpamakan pada tamu yang meninggalkan tempat yang disinggahinya tanpa izin lebih dahulu, tak ada perkataan lain yang lebih tepat untuk menjuluki dia kecuali julukan tamu kurang beradab. Apalagi ini yang telah kita hadapi adalah Allah SWT, maka alangkah baiknya jika ritual setelah shalat wajib tadi dilanjutkan dengan dzikir dan berdoa, sebagai tanda dari kelemahan diri kita dan tanda merasa butuh kita kepada-Nya. 

Memang, bacaan dzikir setelah shalat wajib ini, bukan merupakan sebuah keharusan atau wajib hukumnya secara syar’i. Cuma mungkin kalau dilihat dari segi hubungan kehambaan kita dengan Khaliqnya, maka dzikir dan berdoa ini merupakan sebuah sarana dalam berhubungan dengan-Nya, baik dikala kita sedih atau butuh sesuatu sebagai tanda kekurangan kita, atau dikala kita bahagia sebagai tanda syukur kepada-Nya. 

Adapun untuk membaca bacaan dzikir setelah shalat wajib, kita bebas membaca apa saja sesuai dengan kemampuan dan apa yang kita hafal. Mau baca istighfar, tasbih, tahlil, hamdallah, shalawat, ayat-ayat Al Quran dan lain sebagainya. Namun agar bacaan kita lebih terarah, berikut ini Saya tuliskan beberapa bacaan dzikir setelah shalat wajib yang diambil dari hadits Nabi yang shahih. 

أَسْتَغْفِرُ اللهَ


Astaghfirullaah (3x) 

Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung 

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَـا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ


Allaahumma antas salaamu, wa minkas salaamu, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam 

Ya Allah, Engkau Maha Sejahtera, dan dari-Mu lah kesejahteraan, Maha Berkat Engkau ya Allah, yang memiliki kemegahan dan kemuliaan 

اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، لاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ


Allaahumma laa maani’a limaa a’thaita walaa mu’thiya limaa mana ‘ta walaa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu 

Ya Allah, tidak ada sesuatu yang dapat menghalangi pemberian-Mu, dan tak ada pula sesuatu yang dapat memberi apa-apa yang Engkau larang, dan tak ada manfaat kekayaan bagi yang mempunyai, kebesaran bagi yang dimilikinya, kecuali kekayaan dan kebesaran yang datang bersama ridha-Mu 

اللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ


Allaahumma a'innii 'alaa dzikrika wasyukrika wahusni 'ibaadatik

Ya Allah, tolonglah aku agar senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu dan beribadah dengan baik kepada-Mu 

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ



Laailaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in Qodiir',  laa haula walaa quwwata ilaa billaah 

Tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan, dan pujian, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Tiada daya dan upaya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah 

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ


laa ilaaha illallahu walaa na'budu ilala iyyaahu, lahun na'matu walahul fadlu, walahuts tsanaa-ul hasan

Tidak ada tuhan selain Allah dan kami tidak beribadah kecuali kepada Allah, milik-Nya-lah segala kenikmatan, karunia, dan sanjungan yang baik, 

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ


Laa ilaaha illallaahu mukhlisiina lahud diina walau karihal Kaafirun. 

Tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, kami mengikhlashkan agama untuk-Nya walaupun orang-orang kafir benci. 

سُبْحَانَ اللهِ


Subhaanallaah  (33x)

Maha Suci Allah

الْحَمْدُ لِلَّهِ


Alhamdulillaah  (33x)

Segala puji bagi  Allah

الله أكبر


Allaahu akbar (33x)

Allah Maha Besar

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْـدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ



Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syain qadiir 

Tidak ada Tuhan selain Allah, sendiri-Nya; tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kerajaan dan pujian. Dia Maha Kuasa atas segala-galanya.
[Continue Reading]
tas wanita
cincin berlian
Powered By Blogger · Designed By Blogger Templates